Wednesday, March 21, 2012

Makan time

Entah sejak kapan, mgkn 2 minggu atau 3 minggu lalu, Tiffany makin susah aja makannya. kalau disuapin bisa 1 jam baru selesai makan. Kalau aku dan papanya sih lebih atos, ga mau makan ya sudah, setengah jam atau kelihatannya tiffany sudah ga minat, walaupun baru makan dikit ya kita stop. Nanti kalau laper kan makan sendiri, maksudnya di jam makan berikutnya dia bakal makan. Kalau susternya sih lebih ditelateni (lha iya dia kan dibayar untuk itu). Kalau mamanya mulai kehilangan kesabaran.

Hari Sabtu lalu aku dapat ide, membiarkan Tiffany makan sendiri. Coba2 metode baby led weaning. jadi kasih aja piring kosong dan sendok, bon apetit... Sudah pernah juga dilakukan seperti ini, tapi biasanya hanya sebagian kecil menunya, dan diletakkan di mangkok kecil. kali ini pakai piring besar, dan semua makanannya taruh di piring.

hasilnya, dia jumput2 tuh makan yang sudah dalam potongan kecil2. Menunya nasi dan orak arik sayur (telur, wortel, brokoli). Hasilnya... sebagian besar dimakan dengan sukses. yippy...
Dengan cara gini, mamanya ndak emosi, anaknya juga menikmati... makan sambil main.

Aku lega, paling tidak makanan2 bisa masuk ke perutnya. Problem berikutnya adalah memikirkan menu apa yang bisa dimakan dengan cara seperti itu. Makanan indonesia terus terang sudah dibuat seperti ini. Aku punya buku resep, kebanyakan menunya ya macam sop. Paul sih akhirnya mengusulkan “sudah deh pake menu2 bule ya ga papa… “. Makan nasi pake jumput2 kan ya susah toh, lebih gampang pakai kentang atau pasta.

Baru aja pikir2… kemarin malam tuh Tiffany susah juga makannya… ya itu nasinya hampir ga disentuh, menunya kmrn sop makaroni. Alhasil yang dimakan hanya makaroni, tofu dan buncisnya. Nasi, walaupun sudah aku bulet2in, ga disentuh. Baru tau kalau siangnya Tiffany makan sambil jalan2, pantes aja malem dia ga abis makannya… Ya sudah deh, kalo sama sus jalan, sama mama jalan2? Kalo mama lagi ga capek ya nak… hehehe…

Tuesday, March 13, 2012

Serba serbi ASI

Persiapan
Sebelum sikecil lahir, perawatan PD harus sudah dilalukan. Kesalahanku adalah aku tidak mempersiapkan apa2. Persiapan2nya : massage PD, bersihkan PD. Persiapan kedua, persiapan mental, karena menyusui tidak mudah. Siapkan Krim untuk luka PD jika perlu. Perlu tekad kuat dan dukungan dari keluarga

The day the baby born
kalau bisa minta IMD, susui bayi sesering mungkin walaupun ASI belum keluar (cara ini akan memancing asi cepat keluar). Ini belajar dari kesalahanku , aku nyantai aja pas ASI belum keluar dan tidak aku susukan, akhirnya ASI baru keluar hari 3-4.

ASIP (ASI Perah)
berhubung aku cewek kantoran, maka kegiatan kerja sehari2 akan terpotong 2x 20-30 menit untuk acara pompa memompa. Tips2 yang aku temukan selama browsing antar lain : tetapkan jam untuk memompa, usahakan jangan di tunda/rapel dg jadwal memompa berikutnya atau ASI akan turun besoknya. Temukan ruangan yang cukup nyaman, bagi aku sekarang di gudang arsip / UKS kampus. Kemudian beli pompa yang bagus. Mahal dikit gpp dah, yang penting ASI lancarr.. tapi teman aku ada juga yang memompa pakai tangan, dan sekarang anaknya sudah 10 bulan. Jadi pilihlah yang paling nyaman aja. Kalau ada budget lebih bolehlah beli pompa elektrik yang bagus. Jangan lupa tempat pendingin. Bisa kulkas atau cooler bag. Siapkan juga botol2 untuk menyimpan ASIP (aku pakai botol UC1000)

Booster ASI
selama ini boosterku : moloco, asifit, telur rebus, kacang, susu kedelai, susu sapi. Sebenarnya ragu2 juga yang mana yang betulan booster buat aku, karena kalau ASI sudah mulai berkurang, langsung kalap makan dan minum semuanya.. hehehe...

Berapa kebutuhan ASI
Beberapa hari ini sering ga yakin apakah asiku cukup, apakah perlu ditambah susu formula / susu UHT. produksi makin turun aja. Tapi ternyata dari web ini aku tahu bahwa asiku cukup... yeeaahhhh ..:)
silahkan dibaca di http://www.kellymom.com/bf/pumping/milkcalc.html
atau klik disini

Monday, March 5, 2012

"Ma ma... ma ma...."

Surprise bulan ini...
Tiffany akhirnya bisa memanggil aku "mama"

sebenarnya mgkn sudah 1 bulan ini dia bisa mengatakan "mama", tetapi situasinya selalu saat dia terbangun subuh / pagi dan aku tidak ada ditempat. Selalu dalam kondisi panik lah.. Kalau dalam kondisi normal, selalu "papa" aja yang dipanggil..

senangnya...
ma..ma... ma..ma....