Showing posts with label my opinion. Show all posts
Showing posts with label my opinion. Show all posts

Wednesday, May 14, 2008

Hari gene ... gak suka internet ??

Aku menulis judul diatas karena setelah aku pikir2... aku sekarang seperti can't live without it..
yup, aku hampir tiap hari pasti internetan.. it's been a part of my life
dan aku heran setengah mati waktu aku bertemu seorang teman yang berkata dia nggak suka berinternet..

Mungkin dia belum sadar informasi apa aja yang bisa didapat dari internet..

Waktu aku bergumul dengan masalah infertilitas, aku cari informasi2nya dari internet
membaca kisah2 orang lain juga memberikan banyak informasi dan penguatan.

Waktu aku lagi pusing pengen masak suatu jenis makanan, aku cari di internet..
Hasilnya, buanyak banget resep2 yang aku dapat

Waktu kami akan berlibur ke bali, aku dan suami mencari banyak informasinya di internet..
bahkan kami memutuskan menginap di hotel yang mana, makan dimana, mengunjungi lokasi wisata mana aja setelah kami mencarinya di internet. Malah banyak lokasi wisata yang kami temukan diluar paket2 wisata yang ditawarkan tour2 agent

Saat ini suamiku sedang menyusun tesisnya, dan sebagian besar bahan pustakanya dia dapat dari jurnal2 yang ada di internet.

Waktu aku dulu menghadapi masalah2 di kantor mengenai finance strategy, aku menemukan ide2 solusinya juga dari internet.

Menemukan teman2 lama, juga adi internet, dari komunitas2 seperti friendster..

Mengobrol dengan teman2 lama yang ada di tempat lain, maupun diluar negri, juga pake internet..

Aku juga kadang2 web cam dengan iparku di jakarta.. tentunya pake internet..

Seorang teman sedang merintis bisnis kaos, dia mendapatkan banyak informasi untuk memulai bisnis nya juga dari internet

so.... hari gene.. masih asing dengan internet??

Friday, April 11, 2008

Why God create a marriage?

I wonder, Why God create a marriage?

I believe, God has an unique plan for each His children.. that's include marriage..

Selama 1,5 tahun menikah, aku melihat ada beberapa perubahan dalam diriku..

Aku dulu adalah orang yang lumayan sembrono.. jam tangan ilang, dompet ketinggalan, dan sering lupa kalau naruh2 barang.... dan orang yang paling suka ngomel gara2 kebiasaanku ini adalah mamaku..:p

Aku dulu juga paling males sikat gigi... hehehe... betul.. ini pengakuan... ^__^ terutama sikat gigi malam sebelum tidur..

Satu lagi, aku dulu tidak berani memaksakan kehendak.. cenderung pasrah...

Sekarang....

Ternyata aku dapet suami yang lebih sering lupa kalau naruh2 barang, weleh weleh...
jadi akulah yang jadi pengingatnya.. dan lama kelamaan ini bikin aku jadi lebih teliti dan ingat kalau taruh2 barang.. walaupun ya kadang2 masih suka lupa.. :p tapi udah much much better lah...

Sikat gigi...
yang ini punya story sendiri.. hehehe.... sebetulnya agak malu tulis... tapi gpp lah... hahaha....
aku itu paling males sikat gigi sebelum tidur, abis, udah ngantuk2, pengen segera tidur, tapi harus bangun dan sikat gigi... males pol !! Paul adalah orang yang paling berjasa mengubah aku membuang kebiasaan jelek ini... ... bahkan sekarang kadang2 aku sikat gigi lebih dari 2x sehari...dan gak bisa tidur kalau belum sikat gigi.. mulut rasanya ada yang 'salah'.

tentang pasrah, Paul-lah yang banyak memberi dorongan bahwa tidak semua permintaan itu salah dan egois. Dia banyak memaksa aku untuk lebih mengungkapkan kemauanku, dan dia menurutinya. Dan.... akhirnya aku sekarang jadi lebih pede dalam hal request something.. hehehe..

Another story, baru2 ini temanku juga bercerita, dia merasa sekarang dia sekarang lebih murah hati.. ini semua gara2 sifat suaminya yang murah hati itu mengikis sifat egois dan care dengan orang lain.. Walaupun awalnya sering konflik dan beda pendapat... akhirnya sekarang dia merasa bahwa dirinya lebih murah hati...

Aku merenung...
Satu hal yang aku percayai, bahwa tujuan hidup itu (according to the Bible) seharusnya memang menjadi serupa dengan Kristus.. dalam banyak hal.. aku pikir terutama dalam hal mengasihi, kekudusan, dan karakter (ketenangan, penguasaan diri, kemurahan, kebaikan, etc)

Dan pernikahan...seharusnya termasuk dalam usaha menggenapi tujuan itu.. Jadi kita berpasangan itu untuk saling mengasah karakter pasangan hidup masing2.... besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya..

Amazing banget kalau memikirkan bagaimana Tuhan mendesain pernikahan...

Karena kalau dipikir2, pernikahan adalah latihan yang hebat dalam mengasihi. Bahkan Tuhan sendiri mengatakan bahwa umatNya ini adalah mempelai perempuannya..

Sebetulnya, semuanya ini sudah aku dapat teori dan pengajaran dari kuliah Etika Keluarga Kristen sewaktu kuliah di UK Petra dulu... tapi kan dulu cuman tau teorinya... dan sekarang aku sedang belajar praktek.. seru juga... hehehhe....

:)

Friday, December 21, 2007

What makes a man a man?

Last night, i saw a movie, its title " Hell Boy"

film ini sebetulnya sudah lama, diliris th 2004.. dan di tv juga sudah diputar beberapa kali. Tapi aku belum pernah menontonnya dengan cukup lengkap dari awal. Kemaren aku nonton cukup lengkap, kehilangan 30 menit saja... itupun menit ke 15-35 mungkin...

Hell Boy ini sebetulnya datang dari kegelapan.. atau neraka.., yang akhirnya diberi nama Hell Boy oleh orang yang mengadopsinya menjadi anaknya. Hell Boy ini akhirnya malah jadi orang baik..

Ada quotation yang bagus banget menurutku...
What makes a man a man? A friend of mine once wondered. Is it his origins? The way he comes to life? I don't think so. It's the choices he makes. Not how he starts things, but how he decides to end them.

Hell Boy, awalnya adalah dari kegelapan, tapi dia memutuskan memilih menjalani hidupnya untuk membela yang baik.

Kita manusia, tidak bisa memilih bagaimana kita dilahirkan, di keluarga mana, di orang tua yang seperti apa.... Kita tidak berkuasa memilih warna kulit.. status sosial orang tua kita, kondisi ekonomi, dll dll....

Aku sendiri pernah mendengar beberapa teman mengaku merasa tidak puas dengan hidupnya, dengan keluarganya, dengan kondisi ekonomi keluarganya, atau bahkan dengan warna kulitnya...

jangan terjebak dengan kondisi...
Kita diciptakan dengan sebuah tujuan. Entah bagaimana kita memulai kehidupan kita, tapi Allah sudah punya rencana yang baik, buat orang2 yang mengasihi Dia..

Thursday, September 6, 2007

Tuhan yang terutama?

"Bagaimana menjadikan Tuhan menjadi yang terutama dalam hidup kita?"

Pertanyaan ini muncul dari salah seorang anggota Persekutuan Doa di kantor...

Kemudian aku berusaha mencari jawaban yang paling praktis...
bukankah ini memang apa yang Tuhan inginkan dalam hidup tiap-tiap orang percaya?
Jadi jawabannya pun seharusnya cukup simple..

Pada saat persekutuan itu ada beberapa jawaban, tapi belum memuaskan aku..
ada beberapa cerita bahwa orang belajar tentang memprioritaskan Tuhan dari beberapa peristiwa kehilangan. Misal barang yang disayangi diambil paksa / hilang. atau orang yang disayangi meninggalkan kita/meninggal..

Tapi aku merasa seharusnya Tuhan tidak se'kasar' itu. Dia Allah yang pencemburu, iya itu benar karena Dia sendiri yang mengatakannya. Tapi menurutku, sifat cemburunya tidak akan sampai membuat dia cemburu buta dan menyakiti orang yang Dia sayangi.

Jadi kalau kita memutuskan untuk menjadikan Dia menjadi yang terutama, motivasinya bukan karena kita ketakutan bahwa Dia akan mengambil sesuatu dari kita.

Kemudian aku menemukan jawaban (entah ini betul atau tidak)

Bagaimana cara menjadikan Tuhan yang terutama, yaitu.. dengan melibatkan Dia disepanjang kehidupan kita, dalam setiap aspek kehidupan.

Jika bangun pagi, kita bersyukur dan mememikirkan Dia..
Jika dalam bekerja, kita melibatkan Dia..
Jika ada masalah, kita menceritakan pergumulan kita ke Dia..
Jika dalam pacaran/rumah tangga, kita melibatkan Dia..
Jika ada berita sukacita, kita mengucapkan syukur kepada Dia..
Jika kita menyisihkan perpuluhan kita dengan sukacita..
Jika dalam setiap pergumulan hidup kita melibatkan Dia..

Bukankah dengan demikian Dia sudah menjadi yang terutama dihidup kita??

Jadi cara mengeceknya siapa yang jadi tuhan dalam hidupmu.. ya pertanyaannya dibalik aja...

Jika kita bangun pagi, apa yang pertama dalam pikiranmu
Jika dikantor, apa yang memotovasimu bekerja
Jika ada masalah, siapa yang diajak bicara?
Dalam berpacaran/rumah tangga, siapa yang terutama?
Jika ada uang, bagaimana cara mengaturnya?
Apa kekuatanmu dalam menjalani hidup?

yah kira-kira gitu deh...

Wednesday, July 25, 2007

iseng-iseng mikir

Beberapa bulan yang lalu waktu aku dan my sis Agnes sedang melihat foto-foto pre wedding teman-teman kami, kami banyak mengomentari fotonya, tiba2 dia berkata.. "fotone ini kelihatan bagus-bagus ya, tapi yang lebih penting itu kehidupan pernikahannya".. Betul banget…

Hari hari ini aku sering berpikir untuk membuat bisnis sendiri. Dan tiba2 aku teringat kata-kata itu lagi… membuat bisnis itu tidak sesulit mempertahankan bisnis itu tetap berjalan. Misalkan aku mau buka toko… membeli/menyewa tempat, merenovasi, beli rak, membeli stok dagangan.. rekrut karyawan..yang dibutuhkan hanya uang. Gak dipikir banget-banget juga bisa… tapi membuat toko ku itu tetap laku dan menguntungkan, itu baru perjuangannya.

Kadang aku juga heran sama orang-orang yang berpikir gampang.. contoh tentang pernihakannya Willy Dozan baru baru ini. Baru kenal 1,5 bulan sudah berani menikah.. gile banget. Aku aja persiapan pernikahannya berbulan-bulan, belum masa pacarannya. Itu sebetulnya menjelaskan betapa mudahnya menyelenggarakan pesta pernikahan. Asalkan ada uang, jadilah. Tapi apakah pernikahannya akan bertahan lama? We’ll see..

Sometimes, saat kita terburu emosi, ambisi.. kita meninggalkan yang namanya ‘feasibility study’, atau ‘studi kelayakan’. Yaitu proses berpikir untuk menguji ‘plan’ yang kita buat atau keputusan yang akan kita ambil.

Dalam contoh pernikahan, aku pikir kita perlu melihat dulu karakternya cocok apa tidak sama kita, keluarganya seperti apa, ambisi hidupnya apa, kebiasaan2nya apa aja, baik buruknya dicek… itu disebut pacaran. Meskipun sebetulnya juga tidak menutup kemungkinan pasangan kita itu berubah, tapi paling enggak tidak mengagetkan kita 100%.

Dalam bisnis, perlu survey dulu pangsa pasarnya ada nggak, tipe supliernya seperti apa, apakah monopoli 1 suplier, apakah ada barang pengganti, apakah harganya sensitif dengan perubahan, bagaimana suasana persaingannya, kemudian dihitung-hitung dengan konsidi pasarnya, kapan BEP (break event point) atau titik impas, atau kira-kira kapan modalnya balik, bla bla bla.. Jangan lupa dihitung biaya operasionalnya sampai bisnis itu ‘jalan’, itu butuh berapa dan berapa bulan, itu disebut working capital. (dana cadangan supaya bisnisnya muter)

Yah memang sepetinya membangun dan mempertahankan tidak bisa dilepaskan dengan yang namanya ‘feasibility study tadi’. Waktu kuliah, aku juga pernah dapat mata kuliah itu, waktu itu aku diberi proyek membuat bisnis. Waktu kuliah sih masih suasananya masih maen2, jadi aku membuat survey dan lain2nya positif lah hasilnya. Dan hitung-hitung keuangannya juga dianggap salesnya langsung tinggi.. hehehe… paling endak cara berpikirnya udah dapet.

Waktu Paul S2 ini, salah satu mata kuliahnya adalah metodologi penelitian.. wah bisa disambung lagi tuh… membuat feasibility study pun harus dengan menggunakan metode penelitian yang tepat. Kalo yang bikin feasibility study full feeling.. ya tidak akurat hasilnya.

Contoh satu lagi, tentang membangun rumah.
Untuk mendirikan sebuah rumah, bisa jadi tukang-tukang bangunan itu mampu, tapi kenapa perlu ada lulusan Teknik Sipil? Aku kira karena mereka ini yang menghitung bagaimana seharusnya konstruksinya dibuat supaya kuat, dan bertahan puluhan tahun kalo perlu. Kalo ini sih feasibility studynya sudah dibakukan dalam bentuk rumus yang sudah diuji oleh ahli2 dibidang konstruksi.

Kembali ke aku…. aku ini termasuk tipe orang yang cukup spontan, tapi spontannya bukan nekat, lebih karena males mikir. Dan disatu sisi aku ini juga penakut, jadi akhirnya kedua duanya bikin aku tidak berjalan kemana mana. Pengen buat usaha sendiri, tapi takut.. perlu buat feasilibily study, tapi males mikir… hehehehe…..

I think aku harus mulai lebih sering mengasah otak pemberian Tuhan ini 