Thursday, November 27, 2008
Mengucap syukur
mengapa akhir-akhir ini aku sulit sekali mengucap syukur?
jika membaca tulisanku diblog ini beberapa bulan yang lalu,
sepertinya aku sangat bersyukur atas hidupku dan sangat menikmati hidupku..
tapi sekarang, kenapa sulit sekali merasa bersyukur?
Ternyata perasaan syukurku ini masih sangat bergantung terhadap kondisi.
Maksudnya, menurutku, idealnya rasa syukur itu datang dari hati, bukan kondisi.
Apapun kondisinya, walaupun di mata orang lain itu musibah, jika kita bisa memandang dari sisi baiknya, kita pasti juga bisa mensyukurinya.
Dan paling utama itu rasa syukur harusnya bersumber dari perasaan dikasihi oleh Tuhan.
Yah bicara sih selalu tidak semudah melakukannya..
Hidupku sekarang sangat bertolak belakang dengan kehidupanku beberapa bulan yang lalu..
Dulu aku tidak bekerja full time, tapi punya pekerjaan dan penghasilan, aku bekerja sebagai konsultan. Bukan konsultan yang sangat2 profesional gitu.. i'm working alone.
Aku mengerjakan laporan keuangan, dan laporan bisnis, sambil memberi masukan2 atas
sistem kerja. Disisi lainnya, aku berencana untuk belajar internet marketing.. juga belajar financial planner.
Hidupku sebagian besar aku habiskan dirumah.. keluar rumah 3-4 x seminggu, ke klien atau belanja..
Saat ini, jam 6 pagi aku harus sudah bangun... dan tiba dirumah setengah 7 malam.
jam 11 maksimal harus sudah tidur lagi, karena kalau terlalu malam efeknya nggak baik dengan stamina kerja..
Pekerjaanya seharusnya okay...
gajinya okay..
Yang ndak oke itu jauhnya... 3 jam tiap hari aku habiskan didalam perjalanan.
Setibanya dirumah, aku sudah habis... empty tank..
Tidak berminat melakukan apapun..
waktuku bersantai di rumah kira2 3-4 jam... potong mandi, makan, ya tersisa 2-3 jam
dan kebanyakan aku isi dengan do nothing.. paling2 ya ngobrol sama suami..
Rumah dah ndak terawat deh... kotor..tidak rapi..
Waktuku bersih2 rumah hari sabtu dan minggu..
kebanyakan aku pakai untuk mencuci baju dan menyetrika.. (karena sifatnya lebih urgent
dibanding bersih2 rumah.. kalau aku tidak nyetrika, ke kantor ga ada baju donk)
Awalnya rumah yang tidak terurus ini membuat aku stress banget..
sekarang sih agak cuek.. lha wong aku "bener2" dirumah cuman 2-3 jam..
2-3 jam itu aku pakai biasanya mengobrol, atau baca2 (ralat : liat2) majalah.
Tapi 2 hari ini aku suka nonton tv.. ada sinetron baru.. Kawin Masal..
Sinetron ringan.. jadi aku suka.. yang main ganteng.. hahahaha....
Yang penting bagiku, tidak ada kaplok2an, tukaran, tangis2an...
Jadi, begitu ternyata konfliknya mulai melibatkan kaplok2an.. bye bye deh..
males... masa mau refreshing malah liat orang tukaran.. tambah sumpek.
Back to the topik...
Gmn caranya bersyukur ya........
Ini masalah hati..
Dan memang aku merasa tidak terlalu kerasan dikantorku yang baru ini..
aku masih tidak bisa akrab dengan team dibawahku..
Awal2 aku coba membuka diri, eh yang terjadi malah gosip beredar kemana2 dari hasil aku
membuka diri tadi... Jadi ya aku males untuk membuka diri ke mereka, padahal keterbukaan kan modal awal untuk kedekatan?
Ditambah lagi, 9 bulan bekerja sendiri... mungkin aku terlalu lama berada dalam bungker
zona amanku.. no conflicts, no arguing, no negotiating...
Sampai kapan ya aku akan tiba pada titik aku bisa menikmati pekerjaanku sekarang?
Dan bagaimana caranya agar dalam perjalanan itu aku bisa menjalaninya dengan rasa syukur?
Monday, October 20, 2008
Back to work
Ceritanya cukup panjang..
Cerita dimulai dari setahun lalu, saat aku melamar ke sebuah institusi.. setelah proses seleksi yang cukup panjang (interview-test TOEFL-psikotest-interview), akhirnya aku menerima surat bahwa aku tidak diterima..
Setahun kemudian, saat aku sudah menikmati pekerjaan part time dan kehidupan ibu rumah tangga, ada telepon.. mengundang aku untuk interview.. demi perasaan penasaran, aku menerima undangan interview itu.. Ternyata ada pekerjaan yang ditawarkan, bukan di posisiku yang aku lamar, tapi masih diposisi yang sama, hanya berbeda kantor..
Dalam 1x interview itu, pekerjaan itu benar2 ditawarkan..tanpa proses seleksi.. Dan dengan 1x interview lagi dengan pimpinan, aku dinyatakan diterima... bingung deh.. 2 hari aku benar2 kepikiran... aku sudah betul2 tidak berminat untuk kerja full time lagi.. tapi akhirnya aku menerima pekerjaan ini.
Pertimbanganku untuk menerima pekerjaan ini, adalah hal luar biasa yang membuat aku diterima.. bayangin, berkasku di simpan 1 tahun.. dan secara ajaib mereka mengingatku.
Maybe God want me to back to work full time..
Tapi...
sekarang..
baru 8 hari kerja efektif aku bekerja, motivasi kerjaku mulai rontok...
Bangun pagi dengan ogah2an..
Mungkin karena fisikku masih butuh penyesuaian.
Sudah lama terbiasa hidup nyantai.. tidak terikat dengan jam kantor
bangun jam 8.00, tidur jam 24.00-02.00 belum lagi tidur siang 1-2 jam
Sekarang....
bangun jam 5.30-06.00.. berangkat kerja jam 06.30, tiba dirumah kembali jam 18.30.. tidur jam 23.00-24.00. waktuku dirumah hanya mulai 18.30-23.00, yah kira2 4.5 jam
Belum lagi dirumahku tidak ada PRT (pembantu rumah tangga), jadi semua masih harus diurus sendiri... Sadly, SaTeku juga berantakan... :(
Duh..sangat-sangat melelahkan...
belum lagi suasana kantor yang cukup individualis..
Masing2 urus pekerjaan sendiri2...
komunikasi antar departemen hanya via Yahoo Messenger..
hampir2 tidak ada komunikasi lisan...
Aku pengen beramah tamah ke ruang lain, sepertinya bukan budaya disini..
Tambahan keluhan.. gak seberapa penting sih, tapi menganggu...
cari makan ditempat ini sulit.. ditambah ternyata aku alergi MSG, jadi kudu masakan rumahan.. Untunglah mamaku mau memasakkan untukku makan siang.. Jadi setiap pagi aku ke rumah dia untuk mengambil my lunch box.. hehe... kalo endak gitu, berarti aku harus bangun setiap pagi jam 04.30-05.00
Satu lagi, ternyata aku alergi debu... terutama debu konstruksi... dan kantorku ini sedang membangun.... jadi sekarang hanya dalam waktu 1 minggu lebih beberapa hari, wajahku sudah merintis.. muncul jerawat2 kecil.. :((
wah kok kumpulan keluh kesah ya?
apa yah kesukannya bekerja lagi?
hm..... mungkin satu2 nya kesukaannya adalah dapat penghasilan tambahan..
gaji yang ditawarkan cukup besar :p
tapi jujur sih, kalau boleh memilih dan dibebaskan dari semua etika kerja, dan kebutuhan akan uang... aku pengen kehidupanku yang lama...
Jika aku ingin mengundurkan diri, alasanku yang paling masuk akal yang aku pikir sih bahwa aku hamil dan ingin jadi full time mom ..
Tapi bagaimana aku hamil, padahal aku butuh istirahat dan stress free supaya hormonku normal?
waa.... pilihan yang sulit...
pusing....
Tuesday, September 16, 2008
Sakit gigi vs Sakit hati
sebetulnya cara menyembuhkan masing2 juga gampang2 susah.. kalau sakit gigi, ya tinggal ke dokter gigi.. kalau sakit hati, ya ke dokter hati. hehe.. maksudnya ke Tuhan, minta kekuatan untuk mengampuni, ya kan?
Kemaren aku akhirnya berhasil mengunjungi dokter gigi langganan, setelah sulitnya minta ampun minta jadwal konsultasi dengan beliau.. maklum dokternya laris manis..bayangin deh, waktu aku menelpon untuk bikin appointment, waktu itu sekitar awal september, eh dapetnya pertengahan oktober.. weleh2...Kemarin pun sebetulnya ceritanya juga sama.. waktu itu jam 8.30 pagi, ada telpon dari dokternya (susternya yang menelpon), jam 9.30 bisa ndak? sebetulnya sih aku tidak bisa, karena hari itu ada target pekerjaan yang harus aku selesaikan, tapi suami memaksa lebih baik ke dokter aja sekarang, ya sudah deh langsung aja berangkat.
Gigiku ini termasuk yang berbakat karies (lubang), entah kenapa, mungkin karena waktu kecil aku agak susah disuruh sikat gigi ya, akhirnya giginya lobang2. Dokterku yang dulu, pernah bilang juga, kalau orang tuanya gigi ndak bagus, anak2nya juga sulit punya gigi yang bagus/ kuat.
Berarti ada tugas extra buat aku... kudu rajin2 sikat gigi dan kontrol ke dokter.. supaya kalaupun ada lubang, tidak akan terlanjur besar. Dan.... memang aku sudah 2 tahun tidak kontrol, padahal harusnya 6 bulan sekali.. hehe...
Monday, August 11, 2008
second aniversary..
Tidak terasa aku sudah menikah 2 tahun.. Waktu memang berjalan dengan cepat. Tahun ini aniversary dirayakan di restoran Jepang. Kenapa restoran Jepang? Sebetulnya sih ini bukan pilihan pertama, niatnya cuman pengen cari yang spesial.. tapi akhirnya pilihan jatuh ke restoran Jepang.
Sebetulnya memang Japannese food, especially sushi masuk dalam kejadian special dalam hubungan kami. 4,5 tahun lalu Dia meminta aku jadi pacarnya di restoran Jepang.. dan itu saat itulah juga pertama kalinya juga aku mencoba sushi dan tentu saja.. wasabi..
Kemarin kami merayakannya di Sushi Hana.. yang kebetulan lagi ada promo buy 1 get 1 free.
Tempatnya enak... sushinya juga enak..Satu-satunya yang agak disayangkan, adalah karena dengan motivasi tidak mau rugi, dan mumpung ada promo buy 1 get 1, kami "terpaksa" beli 4 menu.. Dan... akhirnya kami betul2 kekenyangan. dan potongan2 sushi terakhir bener2 paksaan deh makannya.. hahaha...
Jika direnungkan, setahun terakhir penikahan ku ini lebih banyak diwarnai dengan struggle trying to conceive.. Dimulai bulan September akhir saat kami memulai berkonsultasi di lab. infertilitas di Siloam. Sejak itu berbagai test dan treatment mulai dicoba. Walaupun menguras dompet.. hehehe.. tapi dari proses ini aku jadi betul2 tambah sayang sama suamiku yang ternyata orangnya baekkk banget.. Dia benar2 menunjukkan bahwa our relationship are much more important than having a child.
Dalam karir, ada big change juga. Bulan Oktober lalu aku memutuskan untuk berhenti berkarir kerja di perusahaan orang lain. Dan Sejak Januari 2008 aku memulai untuk mencoba bersolo karir, dengan menjadi konsultant. Yah lumayan lah.. kerja nggak full time, jadi bisa banyak beristrirahat. dan yang penting, stress free.. bener2 stress free. walaupun penghasilanku sekarang hanya seperempat dari yang sebelumnya.
Hubungan dengan suami juga semakin menyenangkan..hampir-hampir tidak ada konflik..malahan lebih banyak berguraunya..oya, sekarang aku sudah bisa balas becandaannya..hehehe... bagi siapa yang kenal dia pasti tau lah maksudku :p
O ya.. Tinggal dirumah itu ternyata menyenangkan sekali..pagi-pagi bangun, buka jendela balkon, duduk di sofa.. ngelamun menikmati dinginnya hawa pagi... berdoa, baca alkitab.. atau kalau masih ngantuk, ya tidur lagi.. hehehe.. Kalau malam hari ada film bagus, nonton aja tanpa kuatir besok akan terkantuk2 di kantor.. betul2 kenikmatan tiada tara.. hahahahaha...
Walaupun kesannya seperti pengangguran, tapi aku punya pekerjaan sebagai konsultan, dan hal juga menyenangkan. Skill dan pengetahuanku di bidang finance bisa tetap terasah. Malahan, bisa menambah ilmu baru.
What a good year..
Thanks God for everything You gave for me..
Thursday, July 24, 2008
Bali Trip - day 3 & 4
Friday, June 6, 2008
Bali Trip - day 2
Disitu juga ada beberapa pedagang.. pelajaran berharga, kalau tidak berminat membeli, jangan menunjukkan wajah tertarik dengan barang dagangannya, apalagi tanya harganya... wah pedagang disana maksa2 banget kalau berjualan.. sampai agak2 scary gitu.
1 porsi dapat 1/2 ekor bebek.. dibanding tahun lalu waktu aku makan di sana, kali ini bebeknya besar banget..... jadilah hari ini aku sangat2 berlebihan makan daging. Siang di Bu Oka, malam di Bebek Bengil... (asam urat dan kolesterol bakal melonjak nih...)
Pulang dari Bali Night Zoo... segera kami pulang ke Hotel... dan beristirahat... zzzzzzzz